Seminar dan observasi Budaya di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan Jagakarsa Jakarta Selatan Oleh Prodi PGSD.

Program studi pendidikan guru sekolah dasar, dimana nantinya para mahasiswa saat lulus berprofesi sebagai guru SD. Sebagaimana kita tau bahwa guru SD adalah guru yg dituntut mampu memberikan pondasi yg kuat dalam sisi akademis, sikap atau karakter, serta keterampilan pada anak didiknya, sehingga harapannya melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berbudi pekerti yang luhur dan mampu mencerdaskan dan memajukan bangsa ini pada era modernitas. Era modernitas yg saya maksd adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yg supercepat dan canggih.

Oleh karena itu, para dosen diberikan amanah untuk membentuk dan melahirkan calon guru SD yg sesuai dg cita2 di atas.

Sebenarnya ada kekhawtiran kami kepada mahasiswa dalam menyikapi perkembangan teknologi yg supercepat. Kekhawatiran tersebut adalah tentang minimnya pengetahuan akan kebudayaan, mengingat Negera Indonesia sangat kaya akan kebudayaan atau Multikultur salah satunya kita semua berada di Ibu Kota Jakarta dimana sebelum Negara Indonesia lahir, terlebih dahulu lahir dan berkembang seni dan kebudayaan Betawi.

Dari sumber Wikipedia, Seni dan Budaya asli Penduduk Jakarta atau Betawi dapat dilihat dari temuan arkeologis, semisal giwang-giwang yang ditemukan dalam penggalian di Babelan, Kabupaten Bekasi yang berasal dari abad ke-11 masehi.

Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, orkes Samrah berasal dari Melayu, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti “Kicir-kicir”.

Dari sisi Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek, tari silat dan lain-lain

Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau Si Jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya
Dan masih banyak lagi.

Dengan demikian dari seni dan budaya yg ada, salah satu kawasan perkampungan sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya betawi di Setu Babakan ini.

Oleh karena itu tujuan b
Kegiatan mahasiswa mampu mengetahui, melestarikan, serta memberikan idenya untuk pengembangan budaya betawi. Selain itu, sebagai sinkronisasi antara teori ilmu budaya dasar yang saat ini sedang ditempuh dalan perkuliahan.

Demikian Prodi PGSD mengajukan draft MOU atau kerjasama STKIP Kusuma Negara dengan unit pengelola kawasan kampung budya betawi, harapan kami agar, kita dari kampus turut serta dalam pengkajian dan pengembangan budaya betawi secara nyata dan kesinambungan.

1+

Tinggalkan Balasan